Sasti Gotama dan Tenunan Cerpen yang Membawa Kita ke Banyak Dongeng

Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-kupu adalah antologi cerpen keempat Sasti Gotama. Esai ini menelisik transtekstualitas beberapa cerpen di dalamnya dengan dongeng 1001 Malam dan Hans Christian Andersen menggunakan teori sastra Naratologi Gerard Genette.

Gender, Seksualitas, Fetis: “Laila Tak Pulang” dan Pembungkaman Perempuan

Laila Tak Pulang (2023) adalah novel kedua Abi Ardianda setelah Kelab dalam Swalayan (2021). Mengangkat berbagai isu terkait gender dan seksualitas, novel mengingatkan kita akan berbagai sikap tak elok yang sadar atau tidak mungkin kita arahkan pada pihak-pihak yang tidak sama dengan kita.

Meretas Patriarki dengan Sitasi dan Bibliografi Canggung

Buku Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan: Psikologi Feminis untuk Meretas Patriarki (EA Books, 2020) menawarkan gagasan-gagasan menarik dan penting. Akan tetapi sitasi di dalamnya terkait Psikoanalisis dan peran Sabina Spielrein perlu ditinjau ulang.

Parateks, Metateks, dan Interteks “Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu”

Antologi puisi M. Aan Mansyur, Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu (Shira Media, 2021), memuat 36 puisi disertai 9 ilustrasi menawan. Apa yang ditawarkan oleh puisi-puisi dalam antologi yang dikemas eksklusif ini?

Mengunjungi Kembali Maria Pinto, Natalie, dan Afair-Afair Lain

"Kuda Terbang Maria Pinto" adalah salah satu antologi cerpen legendaris dalam kesastraan kita. Antologi ini memenangi Kusala Sastra Khatulistiwa tahun 2004 untuk kategori Fiksi. Seperti apa gambaran cerpen-cerpen di dalamnya dari sudut pandang Psikoanalisis?

Site Footer

Sliding Sidebar

Tentang Penulis

Tentang Penulis

Cep Subhan KM. Lahir di Ciamis tanggal 6 Juni. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi bersama Ludah Surga (2006) dan Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf (2007), sementara beberapa puisinya diikutkan dalam antologi penyair muda Ciamis Kota Menjadi Kata (2017). Sudah menerbitkan novel Serat Marionet (2011) dan dwilogi Yang Tersisa Usai Bercinta (2020) dan Yang Maya Yang Bercinta (2021), dan satu buku puisi, Hari Tanpa Nama (2018). Satu novelnya yang lain, Kosokbali (2021), bisa dibaca di portal Kwikku. Esai-esainya tersebar dalam Jurnal Sajak, Jurnaba.co, dan beberapa media daring lain. Esai kritik sastranya menjadi Pemenang II Sayembara Kritik Sastra DKJ 2022 dan Juara 2 Lomba Kritik Sastra Dunia Puisi Taufiq Ismail 2023.