Telisik Pilihan Cerpen Jawa Pos 2023

  • Cerpen Jawa Pos Januari
    • 7 Januari, “Keris Gajahendra”, Dimas Indiana Senja.
    • 14 Januari, “Bisikan-Bisikan”, Aksan Taqwin Embe.
    • 21 Januari, “Seperti Kelinci yang Dililit Ular Sanca”, Triyanto Triwikromo.
    • 28 Januari, “Mei Salon”, Iin Farliani.
  • Cerpen Jawa Pos Februari
    • 4 Februari, “Jaka Tingkir Ingkar Janji”, Anton Kurnia.
    • 11 Februari, “Kaukah yang Menyuruhku Pulang?”, Widjaya Harahap.
    • 18 Februari, “Ingin Jadi Olenka”, Aprinus Salam.
    • 25 Februari, “Pak Jarot”, Mardi Luhung.
  • Cerpen Jawa Pos Maret
    • 4 Maret, “Ayam Putih Terbang Siang Tak Pulang-Pulang”, Benny Arnas.
    • 11 Maret, “Antara El Bicho dan Kasidah”, Puspa Seruni.
    • 18 Maret, “Piagam”, Agus Dermawan T.
    • 25 Maret, “Sebelum Hari Itu”, Darmawati Majid.
  • Cerpen Jawa Pos April
    • 1 April, “Monolog Ken Dedes”, Indah Darmastuti.
    • 8 April, “Jama’ Taksir”, Muna Masyari.
    • 15 April, “Sima”, Sasti Gotama.
    • 29 April, “Gema Takbir Bukit Tigapuluh”, Raudal Tanjung Banua.
  • Cerpen Jawa Pos Mei
    • 6 Mei, “Gunung Batu”, Ramayda Akmal.
    • 13 Mei, “Palasik”, WS Djambak.
    • 20 Mei, “Cong Li di Bulan Mei”, Ranang Aji SP.
    • 27 Mei, “Cipung”, Kiki Sulistyo.
  • Cerpen Jawa Pos Juni
    • 3 Juni, “Tarik Tunai”, Kedung Darma Romansha.
    • 10 Juni, “Selepas Buhaji Pergi”, Dwi Ratih Ramadhany.
    • 17 Juni, “Namamu Rahwana”, Artie Ahmad.
    • 24 Juni, “Roh Arkand Bodhana Zeshaprajna Datang, Butet Kartaredjasa Kesurupan”, Satmoko Budi Santoso.
  • Cerpen Jawa Pos Juli
  • Cerpen Jawa Pos Agustus
    • 5 Agustus, “Sumeleh”, Aveus Har.
    • 12 Agustus, “Mimpi Sebuah Istana”, Nurillah Achmad.
    • 19 Agustus, “Kera”, Alfian Dippahatang.
    • 26 Agustus, “Bola-bola Grafologi”, Agus Dermawan T.
  • Cerpen Jawa Pos September
    • 2 September, “Puisi Apa yang Kautulis Setelah Hari Ini?”, Armin Bell.
    • 9 September, “Genangan Kenangan”, Eko Darmoko.
    • 16 September, “Lima Belas Juta untuk Juto”, Hasbunallah Haris.
    • 23 September, “Penghibur Acara Orang Mati”, Bagus Dwi Hananto.
    • 30 September, “Akibat Bergosip di Polindes”, Yonetha Rao.
  • Cerpen Jawa Pos Oktober
    • 7 Oktober, “Dini Beribu Ular”, Farizal Sikumbang.
    • 14 Oktober, “Paman Gordi”, Yoga Zen.
    • 21 Oktober, “Senja di Batavia”, Anton Kurnia.
    • 28 Oktober, “Mbah Ganyong dan Ratapan Pohon-pohon”, Daruz Armedian.
  • Cerpen Jawa Pos November
    • 4 November, “Makam Kuno Pemuda K”, Ni Made Purnama Sari.
    • 11 November, “Kartu Merah Sadat”, Mawan Belgia.
    • 18 November, “Terima Kasih, Paman”, Yudhi Herwibowo.
    • 25 November, “Komisi Kebenaran (Sebuah Reportase)”, Ida Fitri.
  • Cerpen Jawa Pos Desember
    • 2 Desember, “Bulan Sepucat Lembu”, Adam Gottar Parra.
    • 9 Desember, “Monopoli Amal”, Puspa Seruni.
    • 16 Desember, “Hiroshi”, Aliurridha.
    • 23 Desember, “Sesungguhnya Dia Tak Ingin Menjadi Ibu”, Fanny J. Poyk.
    • 30 Desember, “Tiga dan Satu Lagi Tamparan untuk Andi”, Hasan Aspahani.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar

Tentang Penulis

Tentang Penulis

Cep Subhan KM. Lahir di Ciamis tanggal 6 Juni. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi bersama Ludah Surga (2006) dan Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf (2007), sementara beberapa puisinya diikutkan dalam antologi penyair muda Ciamis Kota Menjadi Kata (2017) dan Suluk Santri (2018). Sudah menerbitkan novel Serat Marionet (2011) dan dwilogi Yang Tersisa Usai Bercinta (2020) dan Yang Maya Yang Bercinta (2021), serta satu buku puisi, Hari Tanpa Nama (2018). Satu novelnya yang lain, Kosokbali (2021), bisa dibaca di portal Kwikku. Esai kritik sastranya menjadi Pemenang II Sayembara Kritik Sastra DKJ 2022, Juara 2 Lomba Kritik Sastra Dunia Puisi Taufiq Ismail 2023, Pemenang I sekaligus Naskah Pilihan Juri Sayembara Kritik Sastra DKJ 2024, dan Pemenang I Sayembara Kritik Puisi Kalam 2024. Sebagian dari esai kritik sastranya sudah diterbitkan dalam antologi Tiga Menguak Chairil: Media, Perempuan, & Puitika Kiri (Anagram, 2024) dan Perempuan dalam Bibliografi Pembaca (Velodrom, 2025).