Telisik Pilihan Cerpen Kompas 2023

  1. Cerpen Kompas Januari
    • 8 Januari, “Ciu dan Durian Tembaga”, Widjaya Harahap.
    • 15 Januari, “Batavia yang Tak Sesuai Rencana Lucretia”, Sasti Gotama. Telisik: Lucretia, Catia, dan Suami yang Kursi Rusak Itu.
    • 29 Januari, “Perempuan Hujan”, Indra Tranggono.
  2. Cerpen Kompas Februari
    • 5 Februari, “Nama-Nama di Batu Nisan”, Muna Masyari.
    • 12 Februari, “Laki-Laki di Pohon Kelapa”, Boni Chandra.
    • 19 Februari, “Grup Whatsapp”, Ratna Ayu Budhiarti. Telisik: Tari dan Huruf “P” Pada Grup Whatsapp “Royal Pamily”.
    • 26 Februari, “Lima Menit Biola di Kelas Matematika”, Kurnia JR.
  3. Cerpen Kompas Maret
    • 5 Maret, “Bangkai Anjing”, Elvan De Porres. Telisik: Bangkai Anjing Tempat Bertukar Kejam dengan Kasih.
    • 12 Maret, “Ramuan Pahit dan Pertarungan Pamungkas”, Ni Komang Ariani.
    • 19 Maret, “Mati Bersama”, Bagus Dwi Hananto.
    • 26 Maret, “Soto Mi Tanpa Mi”, Sena Widya.
  4. Cerpen Kompas April
    • 2 April, “Biografi Luka”, Yuditeha.
    • 9 April, “Toko Kelontong Koh San”, Gabriella Kusuma. Telisik: Kambing Hitam di Toko Kelontong Koh San.
    • 16 April, “Ikan-Ikan Buta Rumphius”, Raudal Tanjung Banua.
    • 30 April, “Mama Eta”, Silvester Petara Hurit.
  5. Cerpen Kompas Mei
    • 7 Mei, “Pohon-Pohon Jalan Protokol”, Kiki Sulistyo.
    • 14 Mei, “Setelah 69 Tahun Menunggu Godot”, Jimmy Anggara.
    • 21 Mei, “Elliza Mengaku Kawin dengan Telepon Selulernya”, Zaenal Radar T.
    • 28 Mei, “Menabur Cinta Ibu di Atas Tulang Bapak”, Maulidia.
  6. Cerpen Kompas Juni
  7. Cerpen Kompas Juli
    • 2 Juli, “Ra Tanca”, Risen Dhawuh Abdullah.
    • 9 Juli, “Malu”, Putu Wijaya.
    • 16 Juli, “Adakalanya Malaikat Menangis”, Indra Tranggono.
    • 23 Juli, “Ridwan Merebut Dunianya”, Supartika.
    • 30 Juli, “Pengasingan ke Jawa”, Ita Siregar.
  8. Cerpen Kompas Agustus
    • 6 Agustus, “Homo Sapiens–Cosmos I: Manusia yang Berdoa”, Kurnia Gusti Sawiji.
    • 13 Agustus, “Dua Orang Pendoa”, Yuan Jonta.
    • 20 Agustus, “Bukit yang Tidak Selesai Dibangun”, Adam Gottar Parra.
    • 27 Agustus, “Istri Sempurna”, Aveus Har.
  9. Cerpen Kompas September
    • 3 September, “Mo Thian Liang”, Sunlie Thomas Alexander.
    • 10 September, “Perempuan yang Menikahi Tubuhnya Sendiri”, M Rifdal Ais Annafis.
    • 17 September, “Jangan Mengintip di Rumah Tante Ernies”, Yudhi Herwibowo.
    • 24 September, “Istirahat”, Ayu Febriana.
  10. Cerpen Kompas Oktober
    • 1 Oktober, “Pohon Larangan di Bengayoan”, Nafi’ah Al-Ma’rab.
    • 8 Oktober, “Bunga-bunga Beracun di Rok Lipit Retno”, Cindy Wijaya.
    • 15 Oktober, “Juru Tangis dalam Tiga Babak”, Ade Mulyono.
    • 22 Oktober, “Apakah Langit Akan Biru Hari Ini?”, Rizqi Turama.
    • 29 Oktober, “Suatu Hari, Kamu Akan Mengerti”, Raisa Kamila.
  11. Cerpen Kompas November
    • 5 November, “Fragmen Kehidupan Pahlawan”, Bamby Cahyadi.
    • 12 November, “Cumbu Ular”, Risda Nur Widia.
    • 19 November, “Polong”, T Agus Khaidir.
    • 26 November, “Mawarni, Shibuya, dan Kucing Lainnya”, Eko Darmoko.
  12. Cerpen Kompas Desember
    • 3 Desember, “Dilalap dalam Lelap”, Miranda Seftiana.
    • 10 Desember, “Penumpang ke Bogor dan Arisan Terakhir”, Hasan Aspahani.
    • 17 Desember, “Baliho”, Gde Aryantha Soethama.
    • 24 Desember, “Semar”, Putu Wijaya.
    • 31 Desember, “Mi-Re-Do-Sol… Sol-Mi-Re-Do!”, Seno Gumira Ajidarma.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar

Tentang Penulis

Tentang Penulis

Cep Subhan KM. Lahir di Ciamis tanggal 6 Juni. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi bersama Ludah Surga (2006) dan Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf (2007), sementara beberapa puisinya diikutkan dalam antologi penyair muda Ciamis Kota Menjadi Kata (2017) dan Suluk Santri (2018). Sudah menerbitkan novel Serat Marionet (2011) dan dwilogi Yang Tersisa Usai Bercinta (2020) dan Yang Maya Yang Bercinta (2021), serta satu buku puisi, Hari Tanpa Nama (2018). Satu novelnya yang lain, Kosokbali (2021), bisa dibaca di portal Kwikku. Esai kritik sastranya menjadi Pemenang II Sayembara Kritik Sastra DKJ 2022, Juara 2 Lomba Kritik Sastra Dunia Puisi Taufiq Ismail 2023, Pemenang I sekaligus Naskah Pilihan Juri Sayembara Kritik Sastra DKJ 2024, dan Pemenang I Sayembara Kritik Puisi Kalam 2024. Sebagian dari esai kritik sastranya sudah diterbitkan dalam antologi Tiga Menguak Chairil: Media, Perempuan, & Puitika Kiri (Anagram, 2024) dan Perempuan dalam Bibliografi Pembaca (Velodrom, 2025).