Tulisan ini mencoba merekam judul dan nama penulis Cerpen Jawa Pos 2023. Disertakan telisik minimal 1 cerpen pilihan penulis tiap bulan selain siapa tahu memantik para kritikus melakukan hal sama, juga supaya setidaknya ada sebagian cerpen tidak sekadar lewat lantas lenyap.
Tag: Sastra Indonesia
Cerpen Kompas "Bangkai Anjing" karangan Elvan de Porres dipublikasikan dalam edisi 5 Maret 2023. Cerpen Kompas ini secara unik mengangkat persoalan pembasmian anjing dari sudut pandang penghuni kampung tempat pembasmian itu berlangsung.
Cerpen Kompas rutin terbit setiap pekan dan kelak sebagian darinya mungkin lolos seleksi diterbitkan dalam antologi tahunan. Tulisan ini mencoba mendokumentasikan Cerpen Kompas 2023 dan menyajikan telisik minimal 1 cerpen pilihan penulis tiap bulannya.
Cerpen "Toko Kelontong Koh San" karya Gabriella Kusuma dipublikasikan di Kompas edisi 9 April 2023. Cerpen mengangkat persoalan lama yang terus berulang terkait perlakuan buruk yang diterima oleh etnis Tionghoa di Indonesia.
Kultur sastrawi berwujud lingkaran tempat kegiatan menulis dan membaca saling bertukar posisi sebab akibat. Di dalamnya, belajar sastra mencakup kelas akademis dan non-akademis dengan kecenderungan masing-masing.
Antologi puisi M. Aan Mansyur, Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu (Shira Media, 2021), memuat 36 puisi disertai 9 ilustrasi menawan. Apa yang ditawarkan oleh puisi-puisi dalam antologi yang dikemas eksklusif ini?
Isyarat Cinta yang Keras Kepala memuat 15 cerpen Puthut EA. Sebagian besar disajikan dengan mode puitis dan sudut pencerita yang berubah-ubah, cerpen-cerpen hadir dengan potensi memikat bukan hanya disebabkan tema melainkan juga bahasa.
Puisi-puisi dalam "Nostalgi dan Melankoli" sebagian besar ditulis antara 2014-2017, sebagian lain tampaknya ditulis lebih awal. Meski antologi ini merupakan antologi tunggal pertama, jejak kepenyairan Khoirun Niam sudah terentang lebih jauh ke belakang.
Laut adalah salah satu lanskap yang kehadirannya dalam karya sastra membawa serta pelbagai simbol. Seperti apa simbol-simbol yang disajikan oleh narasi-narasi laut ketika "Nelayan Itu [Sudah] Berhenti Melaut" karya Safar Nurhan?
"Persembunyian Terakhir Ilyas Hussein dan Cerita-Cerita Lainnya" (Buku Mojok, 2022) memuat 18 cerpen Muhammad Nanda Fauzan. Cerpen-cerpen di dalamnya mengolah anasir sejarah, mengelaborasi variasi teknik fokalisasi dan menyisipkan simbol-simbol sehingga cerita tersaji dengan khas.

















