Bagaimana idealnya kita memperlakukan fakta dan fiksi? Apakah sastra mungkin membuat pencerapan kita atas realitas menjadi tumpul? Gabriel Garcia Marquez meniliknya dalam esai ringkas ini.
Category: Nonfiksi
Yukio Mishima harakiri pada bulan November 1970. Akan tetapi kita tahu bahwa bukan karena itu kita mengenangnya kini.
Petikan pengalaman Etgar Keret membacakan cerita dan refleksi dia tentang jenis penulis, bagaimana ia menulis, sekaligus relasinya dengan pembaca.
Esai ketiga dalam rangkaian "Alasan Mengapa Aku Menulis"-nya Eduardo Galeano. Selain menunjukkan bahwa menjadi penulis adalah sebuah pilihan sadar, ia juga mengungkapkan keyakinan apa yang ada di baliknya.
Peran Pemeriksa Ejaan dan Penyunting dalam penerbitan sebuah buku masih jarang disinggung. Padahal, tanpa mereka, banyak buku yang hadir dengan kondisi jauh dari baik-baik saja.
Siapakah penulis? Apa peran pembaca dalam relasi antara dirinya dengan penulis dan teks? Najib Mahfuz menguraikan dengan singkat pandangannya perihal tersebut dalam esai ini.
Bagian kedua tulisan "Alasan Mengapa Aku Menulis." Di bagian ini Eduardo Galeano membocorkan pula "suasana hati" yang memengaruhi saat-saat dia menulis.
"Aku adalah interniran dalam dunia ini." Demikian kata Kahlil Gibran dalam salah satu puisi prosanya. Tulisan ini adalah terjemahan salah satu esai ringkasnya, tentang para penyair, tentang sajak.
Tulisan D.H. Lawrence "Mengapa Novel Penting" adalah tulisan yang biasa dimasukkan ke dalam tajuk "penulis berbicara tentang menulis". Di sini diterjemahkan sedikit petikannya.
Kisah singkat Eduardo Galeano tentang satu momen dalam hidupnya sebagai juru kisah. Menarik untuk dibaca sekaligus menyentuh.

















