Cerita "Sumur" (Gramedia Pustaka Utama, 2021) karya Eka Kurniawan pertama kali dipublikasikan edisi terjemahannya, "The Well" dalam antologi 36 penulis dari berbagai negara berjudul "Tales of Two Planets" (Penguin Books, 2020). Cerita ini menyajikan potret muram kehidupan manusia akibat alam yang berubah, potret muram bukan hanya kehidupan manusia secara komunal melainkan juga kehidupan mereka sebagai individu.
Tag: ulasan buku
Novel Yukio Mishima, Pelaut yang Ternoda, diterjemahkan oleh Nurul Hanafi pada Tahun 2016. Dengan alur sederhana dan narasi yang memikat, novel pendek ini menunjukkan kesenjangan kuat antara dua pola pikir, disimbolkan oleh dunia anak-anak dengan dunia orang dewasa.
Salah satu novel Osamu Dazai yang paling populer, Matahari Terbenam, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Apa sebenarnya yang menarik dari novel tersebut?
Cerpen-cerpen Yukio Mishima menunjukkan karakter-karakter yang bimbang antara kembali atau maju. Diramu dengan berbagai gaya, cerpen-cerpennya menyiratkan satu gerak kembali, ke bumi.
Peran Pemeriksa Ejaan dan Penyunting dalam penerbitan sebuah buku masih jarang disinggung. Padahal, tanpa mereka, banyak buku yang hadir dengan kondisi jauh dari baik-baik saja.
Buku "Yang Tersisa dari Pramoedya & Catatan Lain" adalah antologi esai Gilang Saputro, diterbitkan oleh Penerbit Anagram tahun 2020. Buku memuat esai-esai relatif pendek, rapi, dengan konten memuat pembahasan mendalam perihal buku-buku.
Trilogi Kelir Slindet, Telembuk: Dangdut dan Kisah Cinta yang Keparat, dan Rab(b)i ditulis dengan teknik unik. Teknik maupun kontennya mengukuhkan kesejajaran konsep kepengarangan Kedung Darma Romansha dengan konsep estetika Walter Benjamin dan Bertolt Brecht.
Penerbitan kamus Psikoanalisis bisa membantu memberikan standar terjemahan istilah. Satu-satunya kamus Psikoanalisis yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sayangnya, masih perlu disempurnakan.















