"Hompimpa Alaium Gambreng" adalah satu puisi dalam antologi berjudul sama karya Hamzah Muhammad (Jakarta: Anagram, 2022). Apa yang menarik untuk diobrolkan dari puisi yang mengubah lanskap horor tanya jawab alam kubur menjadi bernuansa humor ini?
Category: Nonfiksi
Selain Bung Smas, Dwianto Setyawan, dan Djokolelono, penulis seri fiksi anak tahun '80-an adalah Beng Irawan. Salah satu karyanya Seri Kibot, petualangan empat anak dan seekor beruang di Kalimantan.
Salah seorang penulis fiksi anak produktif tahun 80-an adalah Bung Smas. Salah satu seri yang dia tulis adalah empat jilid Trio Tifa, mengisahkan petualangan mendebarkan Tress, Iwon, dan Fia di Jakarta.
Ada sangat banyak fiksi anak diterbitkan pada periode tahun '80-an, sebagian besar berupa novel berseri menyodorkan kisah petualangan. Salah satu contoh fiksi anak semacam itu adalah Seri Sandi karangan Dwianto Setyawan.
Cerpen "Vanisse Meertruida dari Zoutlanden" karya Edy Firmansyah mirip cerpen "Selamat Tinggal Hindia" karya Iksaka Banu. Pertanyaannya kemudian: seberapa miripkah kemiripan itu? Apakah karyanya sekadar terilhami atau justru memplagiat?
Celetukan tentang kemiripan antara Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi adalah celetukan lama yang muncul kembali kini dengan embel-embel plagiat. Adakah bukti, lama ataupun baru, yang disodorkan untuk mendukung tudingan berat itu?
Terjemahan-terjemahan karya Yasunari Kawabata ke dalam bahasa Indonesia sudah banyak dilakukan. "Daun-daun Bambu" yang EA Books terbitkan memuat cerpen-cerpen dan pidato penerimaan Nobel Sastra Yasunari Kawabata.
Yasunari Kawabata adalah sastrawan Jepang pertama penerima Nobel Sastra. Karya-karyanya kuat dalam pelukisan, salah satu penyebabnya mungkin karena dia memang pernah bercita-cita menjadi pelukis.
Antologi “Seperti Malam-malam Februari” terbit merekam jejak 20 tahun keakraban Agus Manaji dengan puisi. Antologi ini memuat 110 puisi yang ditulis dalam rentang tahun 1997-2017.
Novel "Jauh di Mata Nekat di Hati" karya Alfin Rizal menyajikan kisah puitis cinta tak sampai. Di sepanjang kisah itu buku, musik, dan kafe berkelindan sebagai bagian tak terpisahkan dari lanskap Yogya pada masa kini.

















