Jurnal Prosa sempat terbit sebanyak empat edisi dari tahun 2002-2004. Jurnal Prosa memuat esai-esai kritik sastra, prosa, dan wawancara.
Blog Posts
Tulisan ini mencoba merekam judul dan nama penulis Cerpen Jawa Pos 2023. Disertakan telisik minimal 1 cerpen pilihan penulis tiap bulan selain siapa tahu memantik para kritikus melakukan hal sama, juga supaya setidaknya ada sebagian cerpen tidak sekadar lewat lantas lenyap.
Cerpen Kompas "Bangkai Anjing" karangan Elvan de Porres dipublikasikan dalam edisi 5 Maret 2023. Cerpen Kompas ini secara unik mengangkat persoalan pembasmian anjing dari sudut pandang penghuni kampung tempat pembasmian itu berlangsung.
Cerpen Kompas rutin terbit setiap pekan dan kelak sebagian darinya mungkin lolos seleksi diterbitkan dalam antologi tahunan. Tulisan ini mencoba mendokumentasikan Cerpen Kompas 2023 dan menyajikan telisik minimal 1 cerpen pilihan penulis tiap bulannya.
Cerpen "Toko Kelontong Koh San" karya Gabriella Kusuma dipublikasikan di Kompas edisi 9 April 2023. Cerpen mengangkat persoalan lama yang terus berulang terkait perlakuan buruk yang diterima oleh etnis Tionghoa di Indonesia.
Dalam esai "Bahasa-bahasa di Firdaus", Umberto Eco menelisik evolusi bahasa dengan bertolak dari berbagai pendapat tentang bahasa yang Adam gunakan. Lantas, bagaimana pendapat para cendekiawan muslim terkait bahasa firdaus?
Brokeback Mountain menampilkan inversi seksualitas yang dipantik oleh alam. Hal tersebut seolah mengajak kita memikirkan ulang tentang apa yang mungkin selama ini kita anggap tidak alami terkait kecenderungan seksual.
Novel The Year of Living Dangerously karangan Christopher Koch dilarang terbit pada masa Orde Baru. Syuting filmnya pun tidak diizinkan dilakukan di Indonesia. Seperti apa sebenarnya isi novel berlatar akhir pemerintahan Presiden Sukarno ini?
Sometimes there are people who resist to use loan-words and keep insisting of using "native language". But what is the native language actually?
Kultur sastrawi berwujud lingkaran tempat kegiatan menulis dan membaca saling bertukar posisi sebab akibat. Di dalamnya, belajar sastra mencakup kelas akademis dan non-akademis dengan kecenderungan masing-masing.

















