Blog Posts

Gender, Seksualitas, Fetis: “Laila Tak Pulang” dan Pembungkaman Perempuan

Laila Tak Pulang (2023) adalah novel kedua Abi Ardianda setelah Kelab dalam Swalayan (2021). Mengangkat berbagai isu terkait gender dan seksualitas, novel mengingatkan kita akan berbagai sikap tak elok yang

Selengkapnya
Aryanti, Haryati Soebadio, Penulis Perempuan

Kosmos Perempuan Modern Aryanti: Dari Soal Pasangan dan Pelakor Sampai Hak untuk Tak Punya Anak

Aryanti adalah nama samaran Prof. Dr. Haryati Soebadio yang dicantumkan dalam karya-karyanya selain novel "Getaran-Getaran" dan 6 adaptasi cerita anak. Seperti apa citra perempuan modern dalam karya-karya penulis perempuan yang

Selengkapnya

Arketipe & Varian Cerpen “Kebaya Merah di Tebing Kanal” Martin Aleida: Catatan Pendek tentang Swaplagiarisme Cerita Pendek

Cerpen "Kebaya Merah di Tebing Kanal" karya Martin Aleida dipublikasikan di Kompas edisi 18 Juni 2023. Tanggal 8 Juli 2023 Jawa Pos memublikasikan cerpen berjudul sama karya pengarang yang sama.

Selengkapnya

Site Footer

Sliding Sidebar

Tentang Penulis

Tentang Penulis

Cep Subhan KM. Lahir di Ciamis tanggal 6 Juni. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi bersama Ludah Surga (2006) dan Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf (2007), sementara beberapa puisinya diikutkan dalam antologi penyair muda Ciamis Kota Menjadi Kata (2017). Sudah menerbitkan novel Serat Marionet (2011) dan dwilogi Yang Tersisa Usai Bercinta (2020) dan Yang Maya Yang Bercinta (2021), dan satu buku puisi, Hari Tanpa Nama (2018). Satu novelnya yang lain, Kosokbali (2021), bisa dibaca di portal Kwikku. Esai-esainya tersebar dalam Jurnal Sajak, Jurnaba.co, dan beberapa media daring lain. Esai kritik sastranya menjadi Pemenang II Sayembara Kritik Sastra DKJ 2022 dan Juara 2 Lomba Kritik Sastra Dunia Puisi Taufiq Ismail 2023.