Arsip Jurnal Perempuan

Jurnal Perempuan diterbitkan oleh organisasi nirlaba Yayasan Jurnal Perempuan (YJP) pertama kali pada tahun 1996. Merujuk pada profil di situs Jurnal Perempuan, jurnal ini merupakan “jurnal feminis pertama dan satu-satunya di Indonesia” dan juga merupakan “sumber terpercaya di bidang feminisme”.

2003

Jurnal Perempuan No. 30, Juli 2003. Tema: Perempuan dalam Seni Sastra.

Esai:

  1. Kris Budiman, “Dari Saman ke Larung, Menemukan Kembali Sisa-Sisa Feminitas”, hal. 7-19.
  2. Endriani Dwi Siswanti, “’Perempuan di Titik Nol’: Perlawanan Perempuan Melawan Tatanan Konservatif”, hal. 21-33.
  3. Intan Suwandi, “Menghidupkan Perempuan Melalui Sastra”, hal. 35-49.
  4. Cok Sawitri, “Mencari ‘Karya Sastra’ yang Menguntungkan Perempuan?” hal. 55-63.
  5. Medy Loekito, “Perempuan Sastra Pria”, hal. 65-76.
  6. Gadis Arivia, “Calon Arang Calon Feminis: Kisah Pramoedya dan Kisah Toety Heraty”, hal. 79-87.
  7. Mariana Amiruddin, “Sex and Text (Sexts): Konsep Pembebasan Seksualitas Perempuan Lewat Sastra”, hal. 89-98.
  8. MB. Wijaksana, “Marianne Katoppo: Yang Hampir Terlupa dari Sastra Indonesia”, hal. 111-117.

Wawancara:

  1. Melani Budianta, “Merekam Penulis Perempuan dalam Sejarah Kesusastraan”, hal. 100-107.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar

Tentang Penulis

Tentang Penulis

Cep Subhan KM. Lahir di Ciamis tanggal 6 Juni. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi bersama Ludah Surga (2006) dan Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf (2007), sementara beberapa puisinya diikutkan dalam antologi penyair muda Ciamis Kota Menjadi Kata (2017). Sudah menerbitkan novel Serat Marionet (2011) dan dwilogi Yang Tersisa Usai Bercinta (2020) dan Yang Maya Yang Bercinta (2021), dan satu buku puisi, Hari Tanpa Nama (2018). Satu novelnya yang lain, Kosokbali (2021), bisa dibaca di portal Kwikku. Esai-esainya tersebar dalam Jurnal Sajak, Jurnaba.co, dan beberapa media daring lain. Esai kritik sastranya menjadi Pemenang II Sayembara Kritik Sastra DKJ 2022 dan Juara 2 Lomba Kritik Sastra Dunia Puisi Taufiq Ismail 2023.